Pihak Alfa Romeo belum menjelaskan apakah model ini crossover atau sedan.
Autos.id – Alfa Romeo berencana untuk mengembangkan kendaraan besar di Amerika Serikat yang seharusnya tiba pada tahun 2027. Info tersebut berasal dari pimpinan merek tersebut Jean-Philippe Imparato yang berbicara kepada awak media.
Imperato tidak mau mengidentifikasi kendaraan itu sebagai sedan atau crossover. Dalam sebuah wawancara di bulan Maret, pimpinan merek tersebut mengatakan bahwa dia ingin kendaraannya menyaingi BMW X5, X6 dan Seri 7.
Alfa Romeo akan kembangkan mobil di AS
Dia juga menunjukkan tujuannya agar produk ini dapat bersaing di segmen paling menguntungkan di dunia.
Jean-Philippe Imperato mengatakan keputusan tentang bentuk kendaraan akan terjadi pada akhir tahun.
Mengembangkan model di Amerika Serikat dan membidik segmen yang sangat menguntungkan mungkin menjadikan mobil ini sebagai kendaraan utilitas daripada mobil tradisional, dimana crossover menjadi bisnis besar di sana.
“Penawaran kami untuk kendaraan ukuran besar harus sesuai dengan pasar internasional, Amerika, Tiongkok, Eropa,” katanya dalam wawancara dengan media.
Powertrain untuk kendaraan yang dimaksud masih jadi misteri. Pada 2027, Alfa Romeo ingin 100% produknya di Eropa, Amerika Utara dan Tiongkok menjadi EV.
Sementara Alfa Romeo akan mengembangkan kendaraan ini di Amerika Serikat, pihak perusahaan belum mengetahui apakah akan membangun produk di dalam negeri.
“Memproduksi di AS bukanlah sesuatu yang telah kami putuskan dan itu adalah sesuatu yang tidak ingin kami putuskan sekarang,” ungkap Imperato.
Alfa Romeo memiliki beberapa produk baru lainnya karena lima model akan datang pada tahun 2026.
Di antara penawaran yang akan datang, sebuah crossover listrik akan hadir pada tahun 2024 untuk ditempatkan di bawah Tonale dan Stelvio. Giulia generasi berikutnya juga akan menjadi EV.
Alfa Romeo akan kembangkan mobil di AS
Di luar EV, Alfa Romero diduga akan menunjukkan konsep mobil sport bervolume rendah pada 2023.
Dengan asumsi reaksi yang baik dari pembeli potensial, versi produksi kabarnya akan tiba sekitar pertengahan dekade. Mesinnya kemungkinan adalah V6 2.9 liter twin-turbo dari trim Quadrifoglio dari Giulia dan Stelvio. Dan mungkin penawaran bertenaga pembakaran terakhir dari merek Italia.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.