Mungkin banyak yang bertanya-tanya tentang perbandingan bus yang ada di Indonesia dan India.
Autos.id – Bus masih menjadi pilihan transportasi darat yang populer di Indonesia dan India. Hal ini tidak mengherankan mengingat kedua negara ini memiliki populasi yang besar.
Meskipun demikian, terdapat beberapa perbedaan yang mencolok antara bus di Indonesia dan India. Berikut ini adalah beberapa perbedaan tersebut yang diambil dari berbagai sumber.
1. Sasis Bus
Di Indonesia, sasis bus masih didatangkan dari luar negeri seperti Mercedes-Benz, Scania, Volvo, dan Hino. Sementara itu, India dianggap lebih unggul dalam urusan sasis bus karena mereka memiliki kerangka buatan lokal, yaitu Tata.
Sasis bus buatan Tata memiliki spesifikasi standar yang aman dan nyaman. Regulasi yang cukup ketat juga diterapkan di India untuk mengeluarkan izin operasi bus, mengingat beban berat kerja bus.
2. Kapasitas Penumpang Indonesia dengan India
Di Indonesia, tiket bus biasanya hanya dijual sesuai dengan jumlah kursi yang tersedia di dalam bus. Sistem kursi yang digunakan pada bus Indonesia biasanya adalah 2-2 atau 3-2 untuk kelas ekonomi, dengan menyesuaikan ruang yang tersedia di dalam bus.
Beberapa perusahaan bus juga menyediakan kursi 2-1 untuk kelas bisnis dan sleeper bus untuk kelas premium. Karena adanya regulasi yang cukup ketat, saat ini tidak ada perusahaan bus yang berani menjual tiket melebihi kapasitas kursi yang tersedia di dalam bus.
3. Sopir Bus
Sopir bus di Indonesia dan India memiliki kesamaan dalam mengutamakan kecepatan dan ketepatan waktu. Hal ini dilakukan untuk memenuhi target waktu atau memuaskan penumpang dari perusahaan.
Di sisi lain, untuk bus kelas eksekutif, kenyamanan menjadi hal utama. Di Indonesia, kecepatan maksimal bus dibatasi hingga 100 km per jam. Namun, di India yang terkenal dengan kemacetannya, sopir bus cenderung lebih agresif terutama di jam-jam sibuk.
4. Jarak Tempuh Indonesia dengan India
Bus merupakan salah satu mode transportasi yang harus memiliki izin trayek atau rute perjalanan yang diikuti. Meski sama-sama memiliki aturan tersebut, Indonesia dan India memiliki perbedaan dalam hal jarak tempuh.
Di Indonesia, perusahaan otobus (PO bus) dapat melayani trayek dengan jarak hampir 3.000 km. Contohnya, PO Rasa Sayang yang melayani rute Bima-Jakarta (PP) atau PO Putera Pelangi yang melayani rute Banda Aceh-Jakarta (PP) yang cukup jauh.
Sementara itu, di India, PO bus hanya melayani trayek paling jauh sekitar 1.000 km dan rata-rata hanya melayani di bawah 1.000 km. Trayek terjauh di India adalah rute New Delhi-Manali-Humachal Pradesh yang menempuh jarak sekitar 1.000 km.
Perbedaan tersebut bisa jadi dipengaruhi oleh luasnya wilayah dan kepadatan penduduk di masing-masing negara. Namun, bagaimanapun, aturan trayek yang ketat tetap diberlakukan untuk menjaga keamanan dan kenyamanan para penumpang.
5. Bus Dalam Kota Indonesia dengan India
Indonesia memiliki layanan TransJakarta yang sangat memperhatikan kenyamanan dan keselamatan penumpang dengan menyediakan bus-bus premium seperti Mercedes-Benz, Scania, dan Volvo. Selain itu, kendaraan TransJakarta juga menggunakan bodi buatan lokal dari perusahaan karoseri dalam negeri.
TransJakarta terus meningkatkan pelayanannya dengan menghadirkan bus tingkat atau double decker yang dikhususkan untuk pariwisata dan bahkan telah memperkenalkan bus listrik sebagai angkutan feeder. Desainnya yang modern dan kenyamanannya yang menawan pasti memanjakan setiap penumpang. TransJakarta juga menawarkan layanan bus khusus untuk wanita guna memberikan kenyamanan lebih dan mencegah terjadinya pelecehan seksual.
Sama seperti Indonesia, India juga memiliki layanan bus dalam kota seperti TransJakarta, namun dengan desain yang lebih sederhana. Delhi Transport Corporation (DTC) adalah perusahaan bus perkotaan terbesar di India yang menyediakan layanan di kota New Delhi sejak tahun 1948.
Mayoritas perusahaan bus tersebut menggunakan sasis dan bodi lokal, yaitu Tata. Hal unik di India adalah penumpang wanita dapat naik bus kota secara gratis.
Sumber: Berbagai sumber
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.