Last updated on 5 Maret, 2024
Jakarta, Autos.id – Dalam balapan ETCC 3000 2023 Seri Kelima, H. Teddy Darmansyah yang turun di kelas Novice mengaku cukup luar biasa, dirinya banyak belajar dari pembalap senior yang telah dulu berlaga di kelas ini. Saat balapan yang digelar di Sirkuit Sentul, Minggu (16/9), H. Teddy harus puas menempati podium kedua karena mobil yang ditungganginya melintir dan keluar lintasan saat memasuki lap dua terakhir, yang menyebabkan dirinya melorot ke posisi kedua meski sebelumnya sempat memimpin sejak lap pertama.
Teddy yang selalu finish pertama sejak seri pertama dan keempat, namun pada seri kelima mengalami nasib kurang baik, dirinya sempat kehilangan kendali hingga mobil balapnya keluar jalur.
Dan hal ini dimanfaatkan dengan baik oleh pembalap yang persis dibelakang H. Teddy, yaitu MB Hong. Dengan menyalip H. Teddy tersebut, MB Hong berhasil mencapai finish pertama dan disusul oleh H. Teddy di podium kedua.
Saat turun di balapan ETCC 3000, H. Teddy sudah ambil bagian sejak dua seri terakhir tahun 2022 lalu. Namun, dirinya mengakui, baru tahun 2023 ini, ia fokus dan serius tampil di ETCC 3000 Novice. “Akhir tahun 2022 lalu, saya baru pertama kali tampil, baru menjajaki dengan pengenalan Sirkuit Sentul. Dan Alhamdulillah tahun 2023 ini saya serius balapan dan menargetkan menjadi juara umum tahun 2023,” ungkap ayah dua putri tersebut.
Dipilihnya memilih balapan ETCC, karena H. Teddy mengakui, balapan ETCC sebagai barometer untuk balapan mobil-mobil eropa di Indonesia. Bukan hanya mobil-mobil eropa yang cepat saja, tetapi juga skill dari pembalapnya dapat dijadikan panutan hingga membuatnya terpacu untuk mengimbangi para pembalap tersebut.
“Selain menjadi barometer, jenjang balapan di ETCC ini juga cukup bagus, karena ketika pertama kali balapan atau ikut kelas Novice untuk pemula, bisa naik level hingga Kelas Pro, yang memang dikhususkan untuk para pembalap pro,” papar pengusaha muda di Bandung tersebut.
Adapun untuk seri keenam mendatang, H. Teddy juga berencana untuk meng-upgrade kembali mobil BMW F30 miliknya agar bisa mewujudkan targetnya menjadi juara umum. Pembenahan yang akan dilakukan terutama untuk sektor mesin dan kaki-kaki agar lebih kokoh saat balapan.
Dan ke depannya, H. Teddy berharap untuk balapan ETCC berikutnya, dapat dilaksanakan pada pagi hari, mengingat mesin mobil eropa mudah panas bila terkena sinar matahari.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi autos.id.